Sunday, 28 September 2025

Jenis-Jenis Kata Ulang

Mengenal Jenis-Jenis Kata Ulang (Reduplikasi)

Kata ulang adalah proses pengulangan kata dasar, baik secara utuh maupun sebagian, untuk membentuk makna baru. Berikut adalah jenis-jenisnya:

1. Kata Ulang Murni (Dwilingga) Pengulangan terjadi secara utuh pada seluruh kata dasar tanpa adanya perubahan bunyi atau tambahan imbuhan.

  • Contoh Kalimat:

    • Setiap sore anak-anak bermain bola-bola plastik di halaman rumah.

    • Di kebun itu tumbuh bunga-bunga indah berwarna-warni.

2. Kata Ulang Sebagian (Dwipurwa) Pengulangan hanya dilakukan pada sebagian dari kata dasar saja.

  • Contoh Kalimat:

    • Adik kecil itu sedang berlari-lari di taman.

    • Ibu melihat kakak bermain-main dengan kucing.

3. Kata Ulang Berimbuhan / Tambah Pengulangan kata yang terjadi bersamaan dengan pemberian imbuhan (awalan, akhiran, atau gabungan).

  • Contoh Kalimat:

    • Para siswa sedang berjalan-jalan di sekitar sekolah.

    • Ayah dan ibu sering bercakap-cakap di ruang tamu.

4. Kata Ulang Berubah Bunyi (Dwilingga Salin Suara) Pengulangan kata dasar namun disertai dengan perubahan pada konsonan atau vokal sehingga bunyinya berbeda.

  • Contoh Kalimat:

    • Jalan di desa itu bolak-balik dilalui kendaraan.

    • Burung pipit beterbangan sayup-mayup di langit senja.

5. Kata Ulang Semu Bentuk kata ini terlihat seperti kata ulang, namun sebenarnya ia adalah satu kesatuan kata dasar yang tidak bisa dipisahkan. Jika tidak diulang, katanya tidak memiliki makna.

  • Contoh Kalimat:

    • Ayah membeli ubur-ubur di pasar ikan.

    • Anak itu senang melihat laba-laba di dinding rumah.


Ringkasan Materi Bahasa Indonesia Kelas IX SMP (PJJ)

1. Kalimat Efektif Definisi: Kalimat yang disusun sedemikian rupa sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima oleh audiens secara akurat...