Wednesday, 12 November 2025

Teks Prosedur Cara Merawat Tamaman Sekolah

Teks Prosedur: Cara Merawat Tanaman Sekolah

Tujuan

Menjelaskan langkah-langkah merawat tanaman di lingkungan sekolah agar tetap sehat, hijau, dan terawat.


Alat dan Bahan

  • Penyiram tanaman / selang air
  • Sekop kecil
  • Pupuk kompos atau pupuk organik
  • Sarung tangan
  • Plastik sampah
  • Gunting tanaman

Langkah-Langkah

  1. Siapkan alat dan perlengkapan.
    Gunakan sarung tangan dan pastikan penyiram, pupuk, serta gunting tanaman sudah tersedia.

  2. Menyiram tanaman secara teratur.
    Siram tanaman pada pagi atau sore hari.
    Hindari menyiram terlalu banyak agar akar tidak busuk.

  3. Membersihkan gulma di sekitar tanaman.
    Cabut rumput liar atau gulma yang tumbuh di sekitar tanaman agar tidak mengganggu pertumbuhan.

  4. Melonggarkan tanah.
    Gunakan sekop kecil untuk menggemburkan tanah di sekitar tanaman agar akar dapat bernafas dan menyerap nutrisi dengan baik.

  5. Memberi pupuk secara berkala.
    Taburkan pupuk kompos atau pupuk organik setiap 2–3 minggu sekali untuk menambah nutrisi dalam tanah.

  6. Memangkas bagian tanaman yang rusak.
    Gunakan gunting tanaman untuk memotong daun atau ranting yang kering, layu, atau rusak agar tanaman tetap sehat.

  7. Membersihkan area sekitar tanaman.
    Kumpulkan daun kering dan sampah lalu buang ke tempat sampah agar area tetap rapi dan bersih.

  8. Mengamati kondisi tanaman.
    Periksa apakah ada tanda-tanda hama, daun berubah warna, atau batang membusuk.
    Jika ada masalah, laporkan kepada guru atau petugas sekolah untuk penanganan lebih lanjut.


Sunday, 9 November 2025

MENDESKRIPSI SITUASI SMPN 160 JAKARTA


MENDESKRIPSI SITUASI SMPN 160 JAKARTA

    SMPN 160 JAKARTA adalah Sekolah Menengah Pertama yang berlokasi di Kecamatan Cipayung, Kelurahan Ceger, Jakarta Timur. Saat kita memasuki gerbang SMPN 160 JAKARTA, terlihat ada gedung SMPN 160 JAKARTA yang berwarna biru putih, dan memiliki 4 lantai. Saat kita memasuki area SMPN 160 terlihat ada lapangan yang cukup luas, di sebelah kiri gerbang ada Pos Satpam yang berwarna cream. Di depan gerbang pula ada Aula SMPN 160 JAKARTA, yang terletak di depan lapangan, dan Masjid Nurul Ilmi SMPN 160 JAKARTA yang berada di lantai 2 dari posisi Aula, dan ada tangga menuju Masjid Nurul Ilmi, serta ada pintu belakang menuju Kantin SMPN 160 JAKARTA. 

      Di sebelah kiri dekat Pos Satpam ada pintu menuju parkiran untuk Guru, dan ada kolam ikan yang terletak di sebelah Pintu Utama SMPN 160 JAKARTA. Kita masuk melalui pintu utama, ada meja piket dan tangga untuk Siswa Laki Laki, serta dibawah tangga ada gudang olahraga. Di sebelah tangga pula ada Toilet Laki-Laki beserta piala yang berjajar di dekat pintu. Di sebelah rak piala yang berjejer ada ruang UKS, di sebelah UKS ada ruang Tata Usaha (TU). Saat kita belok kanan ada kelas 7A, dan di sebelah kiri kelas 7A ada 2 ruangan gudang. Kembali lagi, saat kita masuk dari pintu utama ada Lapangan Utama SMPN 160 JAKARTA. Di depan lapangan pula ada Panggung untuk mementaskan acara atau kegiatan. Kita belok ke arah kanan dari ruang UKS, kita menuju kantin, dan kita melihat pintu dari arah kantin yang menuju masjid, dibawah masjid pula ada kolam untuk membasuh kaki, serta ada toilet Laki-Laki dan Perempuan beserta tempat wudhunya. 

      Kita kembali lagi ke Pintu Utama, di sebelah ruang Tata Usaha ada pula Ruang Kaca, yang berfungsi sebagai tempat OSIS/PRAMUKA berkegiatan, kita masuk melalui ruang kaca itu langsung menembus ke parkiran guru, ada juga Ruang OSIS dan dapur di belakang parkiran. Ada juga Pos satpam di belakang. Kita kembali lagi melalui Ruang Kaca. Belok kiri dan di sebelah Ruang Kaca ada Perpustakaan, ada juga rak rak piala yang berjejeran banyak disana. Kita lurus saja ada Ruang Kepala Sekolah, dan Wakil Kepala Sekolah. Saat kita lurus dan belok kiri itu menembus dapur para pekerja OB. Kembali lagi dari depan Ruang Perpustakaan ada Tangga Siswi Perempuan, dibawah Tangga itupun ada Gudang. Di sebelah Tangga Siswi ada Toilet Perempuan, beserta kelas 9F disamping Toilet Perempuan. 

      Kita menuju Lantai 2 melewati Tangga Siswi, saat kita sampai di Lantai 2, di sebelah kiri ada Toilet Perempuan, dan Ruang Guru. Jika kita belok kanan akan ada kelas 9D, dan juga kelas 9E, serta pojok baca yang ada disana. Kita belok kiri akan melihat kelas 9C, dan di sampingnya ada Ruang Multimedia (Komputer). Di sebelah Ruang Multimedia ada Toilet Laki-Laki dan Tangga Siswa. Kita belok kiri ada kelas 9B dan Kelas 9A yang terletak berjajar berdampingan, serta ada pintu menuju Masjid Jami Nurul Ilmi. 

      Kita menuju Lantai 3 melewati Tangga Siswa, saat kita sampai di Lantai 3 ada Toilet Laki Laki yang terletak di sebelah kiri. Kita belok kanan dari Toilet Laki Laki ada kelas 8B dan 8A yang bersebelahan. Kita putar balik dan di sebelah Toilet Laki Laki ada Ruang BK, di sebelah Ruang BK ada kelas 8C, 8D, 8E yang berjajar. Kita belok kanan, ada Tangga Perempuan dan Toilet Perempuan di sebelahnya, serta ada kelas 7F di sebelah Toilet Perempuan. 

      Kita menuju Lantai 4 melewati Tangga Siswi, di sebelah kiri ada Toilet Perempuan dan kelss 7E. Kita kembali dan belok ke kanan ada kelas 7D di pojok, dan di sebelah kiri kelas 7D ada kelas 7C. Di samping kiri kelas 7C ada Ruang Lab IPA. Di sebelah Lab IPA pun ada Ruang Agama Kristen, di sebelah Ruang Agama Kristen ada Toilet Laki-Laki. Kita kembali dan belok ke kiri ada Kelas 7B dan Kelas 7A yang terletak di ujung. 

Wednesday, 5 November 2025

RANGKUMAN TENTANG BAB 5


A. Teks Tanggapan


1. Pengertian Teks Tanggapan


Teks tanggapan adalah teks yang berisi respons, komentar, atau penilaian terhadap suatu persoalan, kejadian, fenomena, atau karya. Tanggapan dapat berupa persetujuan, pujian, ketidaksetujuan, maupun kritik dengan alasan yang logis.


2. Ciri-Ciri Umum Teks Tanggapan


Berisi komentar, menanggapi, mengkritik, memuji, atau memberikan penilaian.


Mengemukakan aspek penilaian secara objektif.


Menggunakan argumen atau alasan logis.


Berfungsi mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan memberikan apresiasi.


3. Langkah-Langkah Menyimpulkan Isi Teks Tanggapan


1. Membaca paragraf secara saksama.



2. Menemukan kalimat pokok pada tiap paragraf.



3. Menggabungkan gagasan utama menjadi kesimpulan.




Kriteria membuat kesimpulan yang baik:


Merangkum hal penting dari paragraf yang dibaca.


Menggunakan bahasa jelas dan padat.


Tidak keluar dari inti teks.


Harus objektif dan logis.



4. Struktur Teks Tanggapan


1. Evaluasi (Pembuka)

Berisi gambaran umum mengenai objek yang ditanggapi.



2. Deskripsi Teks

Menguraikan kelebihan dan kekurangan objek secara detail.



3. Penegasan Ulang (Resume)

Penilaian akhir yang bersifat merangkum atau menegaskan kembali pendapat.



5. Ciri Kebahasaan Teks Tanggapan


Menggunakan kalimat aktif.


Menggunakan kalimat kompleks.


Menggunakan kata tugas (misalnya: karena, tetapi, sehingga).


Menggunakan kata deskriptif.


Menggunakan istilah sesuai konteks.



6. Tata Cara Mengkritik yang Baik


Gunakan teknik “tut lapis”, yaitu menyampaikan kritik di antara dua pujian agar lebih sopan.


Usahakan bahasa santun dan tidak menyerang pribadi.


Kritiklah tindakan atau karya, bukan orangnya.


Berikan solusi atau saran perbaikan.



B. Buku Nonfiksi


1. Pengertian Buku Nonfiksi


Buku nonfiksi adalah buku yang memuat informasi berdasarkan fakta, data, dan kenyataan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Contohnya laporan penelitian, biografi, dokumenter, artikel ilmiah, skripsi, dan esai.


2. Unsur-Unsur Buku Fiksi dan Nonfiksi


Buku Fiksi


Sampul Buku


Pokok dan subpokok bahasan


Judul bab (opsional)


Tokoh dan penokohan


Tema cerita


Bahasa yang digunakan


Penyajian alur cerita



Buku Nonfiksi


Sampul Buku


Pokok bab dan subbab


Judul dan isi buku


Cara penyajian isi buku


Bahasa sesuai tujuan


Sistematika penulisan


3. Rangkuman (Ringkasan)


Rangkuman adalah hasil menyarikan gagasan-gagasan pokok dari sebuah teks atau buku sehingga menjadi bentuk ringkas tanpa mengubah urutan, sudut pandang, dan esensi asli naskah.


4. Langkah-Langkah Merangkum Buku Nonfiksi


1. Baca informasi umum tentang buku.



2. Pahami isi buku dari daftar isi dan kata pengantar.



3. Perhatikan sistematika penulisan buku.



4. Catat gagasan utama tiap bab atau subbab.



5. Ringkas bagian-bagian penting menjadi rangkuman utuh.




5 Langkah-Langkah Merangkum dengan Peta Pikiran 


1. Tulis judul buku di tengah peta pikiran.


2. Buat cabang utama berupa bab atau subbab.


3. Kembangkan setiap subbab menjadi poin-poin penjelas.


4. Beri label dengan kata kunci agar lebih mudah dipahami.


5. Gunakan garis penghubung antara gagasan penting.


6. Lengkapi dengan simbol atau warna agar lebih jelas.


 6 Hubungan Unsur-Unsur dalam Buku Nonfiksi


Struktur buku nonfiksi tersusun secara hierarkis:


Judul Buku → Bab I, Bab II, Bab III → Subbab → Paragraf 1, 2, 3...


Setiap unsur saling terhubung sehingga pembahasan menjadi runtut dan mudah dipahami.


C. Menyusun Tanggapan Terhadap Buku


Langkah-Langkah Menyusun Tanggapan Buku


1. Baca buku secara saksama sampai selesai.


2. Tandai bagian yang menarik untuk ditanggapi (baik kelebihan maupun kekurangan).


3. Susun tanggapan dengan alasan logis, objektif, dan masuk akal.


4. Baca ulang dan perbaiki jika ada kesalahan atau bagian yang kurang tepat.


Berikut rangkuman paling lengkap dan terpadu berdasarkan seluruh foto Bab 7 (Cerita Inspiratif) dan Bab 6 (Teks Diskusi). Seluruh poin sudah diringkas dan disusun rapi agar mudah dipahami.



---


✅ RANGKUMAN LENGKAP CERITA INSPIRATIF & TEKS DISKUSI



---


A. Cerita Inspiratif


1. Pengertian Cerita Inspiratif


Cerita inspiratif adalah cerita atau kisah masa lalu yang dapat memberikan inspirasi kepada pembaca untuk melakukan hal positif. Cerita ini sering menampilkan pengalaman keberhasilan, perjuangan, atau keteladanan tokoh-tokoh tertentu.



---


2. Struktur Teks Cerita Inspiratif


1. Abstrak (Opsional)

Ringkasan singkat isi cerita.



2. Orientasi

Pengenalan tokoh, latar tempat, latar waktu, dan tema.



3. Komplikasi

Munculnya masalah atau konflik yang dialami tokoh.



4. Evaluasi

Bagian yang menunjukkan penyelesaian konflik.



5. Resolusi

Penyelesaian masalah secara tuntas oleh tokoh.



6. Koda

Amanat atau pesan moral yang dapat dipetik pembaca.





---


3. Unsur-Unsur Kebahasaan Cerita Inspiratif


Menggunakan kata atau kalimat deskriptif.


Menggunakan kata ekspresif.


Menggunakan majas (metafora, personifikasi, dan repetisi).


Menggunakan bahasa yang menggugah emosi.




---


4. Cara Menulis Cerita Inspiratif


1. Tentukan tema dan amanat.



2. Buat kerangka cerita.



3. Buat paragraf awal yang menarik.



4. Gunakan bahasa ringan dan mengalir.



5. Libatkan emosi pembaca secukupnya.



6. Buat ending yang istimewa dan meninggalkan kesan.



7. Pilih judul yang menarik dan sesuai isi cerita.





---


5. Sumber Cerita Inspiratif


Cerita inspiratif dapat diambil dari hal-hal di sekitar, seperti pengalaman hidup nyata, kejadian lingkungan, perjuangan seseorang, kisah teladan, atau kisah sederhana yang memiliki nilai moral.



---



---


B. Teks Diskusi


1. Pengertian Teks Diskusi


Teks diskusi adalah teks yang membahas suatu isu secara objektif dengan memunculkan dua sudut pandang berbeda, yaitu pendapat yang mendukung dan pendapat yang menolak, kemudian diakhiri dengan kesimpulan.

Diskusi berfungsi untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan masyarakat dengan mengutamakan sikap kritis dan menghargai pendapat orang lain.



---


2. Tujuan Menyimpulkan Teks Diskusi


Menambah wawasan tentang suatu isu.


Melatih kemampuan berpikir kritis.


Membantu pembaca menghargai pendapat orang lain.


Menemukan jalan keluar paling adil dari masalah yang dibahas.




---


3. Struktur Teks Diskusi


1. Pendahuluan

Berisi isu atau topik masalah yang dibahas.



2. Satu Sudut Pandang

Argumentasi yang mendukung opini tertentu.



3. Sudut Pandang Lain

Argumentasi penolakan atau pendapat lain yang berbeda.



4. Kesimpulan

Pernyataan akhir yang mempertimbangkan dua argumen sehingga menghasilkan solusi terbaik.





---


4. Ciri Kebahasaan Teks Diskusi


Menggunakan kata-kata persuasif.


Memiliki kesantunan berbahasa.


Terdapat hubungan makna antar kalimat.


Menggunakan konjungsi atau kata penghubung sebab-akibat.


Keterhubungan logis antargagasan.




---


5. Langkah-Langkah Menyusun Teks Diskusi


1. Memilih dan menentukan topik yang akan dibahas.



2. Menentukan tujuan teks diskusi (setuju atau tidak setuju).



3. Mengumpulkan data atau informasi yang mendukung argumen dari dua sudut pandang.



4. Menyusun kerangka tulisan.



5. Menulis pembahasan berdasarkan kerangka yang telah dibuat.



6. Menyimpulkan dan memberikan solusi atau pendapat akhir.


Ringkasan Materi Bahasa Indonesia Kelas IX SMP (PJJ)

1. Kalimat Efektif Definisi: Kalimat yang disusun sedemikian rupa sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima oleh audiens secara akurat...